Senin, 27 Oktober 2014

Menggapai Cinta Allah dengan Sunnah-Sunnah Rasul

Menggapai Cinta Allah dengan Sunnah-Sunnah Rasul
Bismillahirrahm anirrahim,
1. Orang yang berpegangan kepada sunahku pada saat umatku dilanda kerusakan maka pahalanya seperti seorang syahid. (HR. Ath- Thabrani)
2. Barangsiapa dikaruniai Allah kenikmatan hendaklah dia bertahmid (memuji) kepada Allah, dan barangsiapa merasa diperlambat rezekinya hendaklah dia beristighfar kepada Allah. Barangsiapa dilanda kesusahan dalam suatu masalah hendaklah mengucapkan “Laa
haula walaa quwwata illaa billaahi l’aliyyil’adzhi m.” (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah
Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung). (HR.Al- Baihaqi dan Ar-Rabii’)
3. Orang yang cerdik ialah orang yang dapat menaklukkan nafsunya dan beramal untuk bekal sesudah wafat. Orang yang lemah ialah yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan muluk terhadap Allah. (HR.Abu Dawud)
4. Angin adalah dari kebaikan Allah yang membawa rahmat dan azab, maka janganlah kamu mencaci-makinya . Mohonlah kepada Allah limpahan kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya. (HR.Bukhari)
5. Rasulullah Saw melarang bernazar dengan sabdanya:“Sesun gguhnya itu (nazar) tidak dapat menolak sedikitpun dari takdir dan hanya penarikan uang dari orang bakhil.” (HR. Bukhari)
Penjelasan:
Orang bakhil tidak bisa ditarik uangnya dengan rela hati, tetapi dimungkinkan melalui nazar.
6. Anas Ra berkata,”Kami bertanya kepada Rasulullah Saw,“Bila berjumpa sahabat (saudara seiman) apakah kita saling membungkuk?”Nab i Saw menjawab, “Tidak usah.” Kami bertanya lagi, “Apakah berpelukan satu samalain?” Nabi saw menjawab, “Tidak, tetapi cukup dengan saling bersalaman.” (HR.Ibnu Majah)
7. Rasulullah Saw melarang kami mengenakan pakaian dari sutera, memakai cincin emas dan minum dengan tempat yang biasa dipakai untuk minum arak (seperti kendi). (HR. An-Nasaa’i)
Keterangan:
Khusus untuk kaum wanita (muslimah) diperkenankan untuk menggunakan perhiasan dari emas dan perak, serta memakai pakaian sutera dan pakaian yang dibordir dengan sutera (yang terdapat suteranya), namun hal tersebut diharamkan untuk kaum pria (muslimin). Khusus untuk kaum pria yang mempunyai penyakit gatal- gatal (penyakit exim) yang umumnya sering menggaruk-garuk pada kulit yang gatal tersebut, maka menggunakan pakaian sutera diperbolehkan untuk mereka. Hal tersebut pernah dialami oleh Zubair dan Abdurrahmanbin ‘Auf, dan Rasulullah pun mengizinkannya.
8. Pakaian untukmu yang terbaik ialah yang berwarna putih,maka pakailah dan juga untuk mengkafani mayit-mayitmu. (Ath-Thahawi)
9. Sesungguhnya Allah Ta’ala indah dan suka kepada keindahan. Allah suka melihat tanda- tanda kenikmatannya pada diri hambaNya,memben ci kemelaratan dan yang berlagak melarat. (HR. Muslim)
10. Allah tidak menyukai pria yang bersuara keras (tinggi), tetapi Allah suka kepada yang bersuara lembut. (HR. Al-Baihaqi)
11. Bersenda-guraul ah dan bermain- mainlah . Sesungguhnya aku tidak suka kalau terjadi kekerasan dalam agamamu. (HR. Al- Baihaqi)
Penjelasan:
Yang dimaksud, agar dalam beragama kita bersikap luwes dan tidak kaku.
12. Laksanakan urusan-urusanmu dengan dirahasiakan. Sesungguhnya banyak orang menaruh dengki kepada orang yang memperoleh kenikmatan.(HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
13. "Hiburlah hatimu pada saat-saat tertentu."(maks udnya, adalah hiburan yang tidak melanggar norma agama dan akhlak). (HR.Ath-Thabran i dan Al-Baihaqi)
14. Tidak kecewa orang yang istikharah (memohon pilihan yang lebih baik dari Allah), tidak menyesal orang yang bermusyawarah dan tidak akan melarat orangyang hidup hemat. (HR Ath-Thabrani).
15. Orang yang paling dekat dengan Allah ialah yang memulai memberi salam. (HR Abu Dawud)
16. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Kamu tidak dapat masuk surga kecuali harus beriman dan tidak beriman kecuali harus saling menyayangi. Maukah aku tunjukkan sesuatu bila kamu lakukan niscaya kamu saling berkasih sayang? Sebarkan salam di antara kamu. (HR. Muslim)
17. Janganlah kamu berbaring dan meletakkan kaki yang satu di atas yang satu lagi. (HR. Muslim)
18. Rasulullah Saw bila menerima berita yang menggembirakan, beliau sujud syukur kepada Allah ‘Azza wajalla. (HR. Al Hakim)
19. Demi Allah, aku ini orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertakwa kepada-Nya. Tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan tidur, dan aku mengawini wanita- wanita. Barangsiapa mengabaikan sunnahku maka dia bukan dari golonganku. (Mutafaq’alaih)
20. Jangan membiarkan api tetap menyala di rumahmu selama kamu tidur. (HR. Bukhari)
21. Sesungguhnya Assalaam nama dari nama- nama AllahTa’ala diletakkan di bumi, maka sebarkanlan ucapan “Assalaam” di antara kamu.(HR.Bukhari)
22. Rasulullah Saw melarang orang makan atau minum sambil berdiri. (HR. Muslim)
23. Sesungguhnya Allah Tunggal (Esa) dan suka kepada yang ganjil (bilangan yang tidak genap). (HR. Tirmidzi).
24. Cintailah orang yang kamu cintai dengan sewajarnya. Karena barangkali suatu saat kamu membencinya. Dan bencilah orang yang kamu benci dengan sewajarnya. Sebab, mungkin saja suatu hari kamu mencintainya.” (HR. Al Baihaqi, At Tirmidzi, dll)
25. Rasulullah Saw apabila bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangan atau dengan bajunya dan mengecilkan (merendahkan) suaranya. (HR.Abu Dawud dan Tirmidzi)
26. Sesungguhnya Allah pemalu dan suka merahasiakan.ji ka kamu akan mandi hendaklah menutupinya (bertabir) dengan sesuatu (AbuDawud)
27. Rasulullah Saw menyukai mendahulukan yang kanan dalam segala hal, meskipun waktu berjalan dan ketika memakai sandal. (HR.IbnuHibban)
28. Perlahan-lahan dalam segala hal adalah baik, kecualidalamama lan untuk akhirat. (HR. Abu Dawud dan Al Hakim)
29. Sebaik-baik urusan adalah yang pertengahannya (yang adil atau tidak berlebih-lebiha n). (HR. Al-Baihaqi)
30. Aku berwasiat kepadamu agar bertakwa kepada Allah‘Azza wajalla, agar mendengar, taat dan patuh meskipun pemimpinmu seorang budak. Barangsiapa hidup panjang umur dari kamu maka dia akan melihat banyak silang-sengketa . Berpeganglah kepada sunnahku dan sunnah-sunnah khulafaurrasyid in yang mendapat petunjuk dan hidayah (sesudahku). Gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu. Waspadalah terhadap ciptaan persoalan-perso alan baru. Sesungguhnya tiap bid’ah mengandung kesesatan. (HR. Tirmidzi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar