Kamis, 16 Oktober 2014

Jembatan Shiratal Mustaqim

JEMBATAN SHIRATAL MUSTAQIM
Al-Siraṭ al-Mustaqim secara harfiahnya berarti "jalan yang lurus". Frasa ini tercantum pada QS. Al-Fatihah :6-7 “Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau (Allah) beri Nikmat, bukan jalan yang dimurkai, bukan pula jalan orang-orang yang sesat. (Al-Fatihah/Pembukaan : 6-7). Dalam konteks Islam Sirat-al-Mustaqim adalah jambatan/titian yang terbentang di atas permukaan neraka Jahannam yang sangat licin, memiliki kait, cakar dan duri. [HR Imam Muslim]
Setelah melepasi masa di Padang Mahsyar, kaum Muslim akan dibentangkan sirath bagi mereka di atas neraka jahannam sehingga mereka melintasi di atasnya dengan kecepatan sesuai berdasarkan kadar keimanan mereka. Orang yang pertama kali melintasi titian Sirath itu adalah Nabi Muhammad s.a.w., kemudian Nabi Muhammad berdiri di tepi Sirath seraya berdoa, “Rabbi, selamatkan, selamatkan!” [HR Imam Muslim]
Jika ada umat-Nya yang pernah menyekutukan Allah dengan kesyirikan besar dan belum bertaubat sebelum kematiannya, akan mengakibatkan kekekalan di dalam neraka.
Adapun orang-orang kafir dengan berbagai jenisnya, musyrikin, penyembah berhala, atheis dan yang lainnya, mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dibukakan ketujuh pintu neraka jahannam bagi mereka. Sesuai dengan QS Az-Zumar: 71, Jembatan yang menghubungkan Padang Mahsyar dengan Syurga, menurut keterangan sahabat Abu Said, "Jembatan ini lebih kecil dari rambut dan lebih tajam dari pedang."[HR Abu Said dan Imam Muslim]
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah telah menciptakan Sirath yang berada diatas neraka, yaitu jembatan yang terletak ditengah-tengah neraka jahannam yang sangat licin dan dapat menggelincirkan.
Jembatan ini mempunyai 7 gardu (pos), yang setiap gardu jaraknya sama dengan perjalanan 3000 tahun, seribu tahun berupa tanjakan yang tinggi, seribu tahun berupa dataran, dan seribu tahun berupa lereng yang curam. Ia lebih kecil dan lembut dari pada rambut, lebih tajam dari pada pedang, dan lebih gelap dibandingkan malam yang pekat.
Setiap gardu mempunyai 7 cabang, setiap cabang bentuknya bagai panah yang ujungnya tajam. Duduklah setiap hamba diatas setiap gardu tersebut dan ditanyakan kepadanya tentang perintah-perintah Allah. Selama perjalanan di shirath, setiap seorang hamba akan ditanyakan tentang apa saja yang telah ia kerjakan selama hidupnya.
Pertanyaan disetiap pos adalah sebagai berikut:
- Pos pertama iman,
- Pos kedua solat,
- Pos ketiga zakat,
- Pos keempat puasa,
- Pos kelima haji dan umrah,
- Pos keenam wuduk dan mandi wajib,
- Pos ketujuh tentang sikap terhadap kedua orang tua, menyambung tali persaudaraan dan penganiayaan terhadap sesama makhluk hidup. Jika seorang hamba meloloskan dari semua pertanyaan-pertanyaan ini, maka tetaplah ia pada pos dan jika tidak, maka ia akan dilemparkan ke dalam neraka.
Dalam suatu riwayat diceritakan: Sesungguhnya ketika manusia melewati jambatan, maka api neraka berada di bawah telapak kaki mereka, ada yang berada diatas kepala mereka, ada yang berada di sebelah kanan dan kiri mereka, serta ada yang berada di belakang dan di depan mereka.
Allah berfirman dalam QS Maryam: 71-72 “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu, hal itu bagi Tuhanmu adalah kepastian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim didalam neraka dalam keadaan berlutut."
Sedangkan api neraka itu selalu memakan tubuhnya, mulai dari kulit sampai dagingnya, sehingga orang yang lewat diatas jambatan itu bagaikan arang yang hitam, kecuali orang-orang yang selamat dari api neraka. Sebagian mereka ada yang melewati neraka tanpa disertai rasa takut terhadap apapun dari kesulitan dan tidak pula merasakan panasnya, hingga ia berkata pada akhir perjalanannya: "Dimanakah jembatan itu ?" Lalu dikatakan kepadanya: "Telah engkau lalui jembatan itu tanpa kesusasahan berkat rahmat Allah."
Manusia yang pertama kali menginjakkan kakinya di Sirath adalah Muhammad saw, dia akan memimpin kumpulan-kumpulan umatnya.
Kumpulannya terbagi menjadi 10 bagian, yaitu:
- Kumpulan pertama berjaya melintasi seperti kilat yang memancar.
- Kumpulan kedua melintasi seperti angin yang kencang.
- Kumpulan ketiga melintasi seperti kuda yang baik.
- Kumpulan yang keempat seperti burung yang pantas.
- Kumpulan yang kelima berlari.
- Kumpulan keenam berjalan.
- Kumpulan ketujuh berdiri dan duduk karena mereka dahaga dan penat. Dosa-dosa terpikul di atas belakang mereka. Muhammad berhenti di atas Shirath. Setiap kali, Muhammad melihat seorang dari umatnya bergelayut di atas Shirath, kemudian ia akan menarik tangannya dan membangunkan dia kembali.
- Kumpulan kedelapan menarik muka-muka mereka dengan rantai kerana terlalu banyak kesalahan dan dosa mereka. Bagi yang buruk, mereka akan menyeru: "Wahai Muhammad!" Muhammad kemudian berkata: "Tuhan! Selamatkan mereka! Tuhan! Selamatkan mereka"!
- Kumpulan kesembilan dan kesepuluh tertinggal di atas Shirath, mereka tidak diizinkan untuk menyeberang.
Dikatakan bahwa, di pintu syurga, ada pokok yang mempunyai banyak dahan. Bilangan dahannya tidak terkira hanya Allah saja yang mengetahui. Di atasnya ada anak-anak yang telah mati semasa di dunia ketika umur mereka belum baligh (dewasa). Apabila mereka melihat orang tua mereka, mereka menyambutnya dan mengiringi mereka memasuki surga. Mereka memberikan gelas-gelas dan cerek serta tuala dari sutera.
Menunggu di bawahJembatan Siratal Mustaqim
Assalamualaikum wr.wb.
Saudaraku, siapa yang tidak tahu jembatan yang satu ini?? apalagi khususnya buat umat Islam..Siapa yang ga takut?? Kalau dibawahnya itu terdapat api neraka yang sangat panas. Konon diceritakan bahwa jembatal sirotol mustaqim itu sangat kecil dan kalau digambarkan bagaikan sehelai rambut. Cerita ini sering kita dengar dan bahkan sejak kecil. Cerita yang mungkin baru kita dengar adalah ternyata di bawah jembatan itu ada seorang manusia yang sangat mulia yaitu Nabi Muhammad saw. Apakah Nabi tidak bisa melewati jembatan tersebut sehingga terjatuh ke dalam neraka?
Pada suatu ketika Aisyah ra, istri Rasulallah saw, bertanya kepada r\Rasulallah saw dengan air mata menetes, “ya Rasulullah dimana kami dapat menjumpaimu kelak di akhirat?” Rasullalah pun menjawab dengan tenang “Aku dapat dijumpai di bawah jembatan sirotol mustaqim” beliau melanjutkan “jika aku tidak ada disana, cari aku di tempat timbangan amal baik buruk manusia”.
Aisyah pun mengeryitkan dahinya seraya bertanya lagi : “mengapa Rasulullah saw ada di kedua tempat tersebut?” Rasulullah saw pun menjelaskan,:"umatku akan melewati jembatan sirotol mustaqim dan banyak yang tidak bisa melewatinya sehingga terjatuh ke dalam api neraka, meskipun aku sudah melarang untuk jatuh tetapi mereka banyak yang berjatuhan. Aku tidak bisa membiarkan mereka terpanggang panasnya api neraka, aku meraih meraka satu persatu untuk menolongnya.”
Aisyah mendapat penjelasan Rasulullah seperti itu semakin tak tahan air matanya keluar, begitu besar kecintaan dan kepedulian Rasulullah saw kepada ummatnya. Aisyah pun bertanya lagi: "lalu mengapa Rasulullah berada pada tempat timbangan amal baik buruk manusia?" Rasulullah saw pun melanjutkan penjelasannya. “Aku berada di tempat itu untuk melihat timbangan amal baik-buruk umatku, jika ada umatku yang timbangan amal buruknya lebih berat ketimbang amal baiknya, aku akan menyimpan kartu di timbangan amal baiknya hingga amal baiknya lebih berat”.
Mendengar penjelasan Rasulullah saw tersebut, Aisyah secara kritis bertanya : “apa yang Rasulallah tambahkan dalam timbangan amal baik umat tersebut?”.
Rasulullah pun kembali menjelaskan “aku menambahkan apa yang telah umatku lakukan yaitu mengucapkan shalawat kepadaku.Apa yang mereka ucapkan aku kembalikan kepada mereka”.
Saudaraku, ternyata Jembatan Siratal Mustaqim itu ada di Dunia !
Apabila kita mengkaji dengan cermat terjemahan ataupun tafsir Al Qur'an yang pada saat ini tidaklah terlalu sulit didapatkan, kalimat Siratal Mustaqim yang sering kita baca, paling tidak tujuh belas kali dalam sehari semalam dalam sholat pada surah Al Fatihah, ternyata Siratal Mustaqim itu tidaklah seperti yang di gambarkan selama ini, yakni sehalus rambut dibelah tujuh dan lebih tajam dari pada pedang yang paling tajam.
Sesungguhnya Siratal Mustaqim itu adalah sangat luas, seluas bumi ini dan tidak berada diakherat, tapi sekarang, disini, didunia ini.
Coba kita simak ayat 6 dan ayat 7 surah Al Fatihah yang redaksi sebagai berikut : Ihdinas (siratalmustaqim), Siratl lazina an'amta 'alaihim, gairil magdubi 'alaihim wa lad daliiin. Yang artinya :"Tunjukilah kami (jalan yang lurus), yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugrahkan ni'mat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat".
Didalam ayat tersebut diatas sangat jelas arti dari siratal mustaqim tersebut, yakni jalan yang lurus, jalan yang tidak menyimpang dari jalan yang telah digariskan Allah ta'la dan RasulNya. Jalan inilah yang telah dianugrahkan Allah kepada para Rasul, para Nabi, orang-orang sholihin, sadiqin dan para wali-wali Allah.
Sesungguhnya Allah telah memberi apa yang kita minta, yaitu petunjuk kejalan yang lurus itu melalui RasulNya Muhammad SAW yakni Al Quran dan sunnah.
Dikatakan memang Jembatan Siratal Mustaqim itu luas....tidak seperti yang dibayangkan. tapi luas sempitnya jembatan itu tergantung pada amal perbuatan kita masing-masing. Jadi kalau amal baik kita lebih berat, daripada amal buruknya, maka jembatan itu akan kelihatan lebar, sebaliknya kalau amal buruk kita lebih berat daripada amal baiknya, jembatan itu sempit.
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin
Eskatologi Islam

6 komentar:

  1. maaf artikel maroji/rujukan dari kitab apa? klo bisa sertakan jg marojinya setiap artikel islam yg bermanfaat agar lebih ilmiah. syukron.jazakalloh khoir

    BalasHapus
  2. mau tanya status kesahihan hadist2nya.. trimakasih

    BalasHapus
  3. mau tanya status kesahihan hadist2nya.. trimakasih

    BalasHapus
  4. hadist dari mana mohon di sertakan riwayat nya.... biar saya orang awam tau

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Itu semua bisa saudara lihat di dlm kitab,دقاءىق الاجبار

    BalasHapus